Strategi (Terbalik) Sosialis dan Para Keledai yang Gagal Belajar

Sosialisme abad ke 20, sosialisme yang memiliki logika gerakan dengan premis bahwa perjuangan kelas dapat mengarah pada penghapusan kerja upahan, hanya menghasilkan suatu epos sejarah ‘merah’ yang pada akhirnya harus tumbang. Tulisan ini akan membahas premis dasar tersebut, dimana para teoritikus sosialis abad ke 21 merepetisi wacana demikian pada otak mereka. Premis tersebut bisa dikatakan… Continue reading Strategi (Terbalik) Sosialis dan Para Keledai yang Gagal Belajar

Tujuan Ganda dalam Uang

Dalam beberapa minggu terakhir saya telah membaca buku yang diterbitkan oleh Penerbit Palgrave Macmillan yang berjudul Marx’s Theory of Money, sebuah buku yang ditulis oleh banyak akademisi dan diedit oleh Fred Moseley.[1] Tulisan ini tidak bermaksud untuk memberikan resensi atas buku tersebut, melainkan tulisan ini dibuat untuk memulai pendiskusian mengenai uang sebagai non-komoditas. Dalam buku… Continue reading Tujuan Ganda dalam Uang

Catatan Pembacaan Grundrisse 14 (Bagian Satu)

Ini adalah salah satu catatan yang saya tulis untuk melengkapi pembacaan saya atas karya Marx. Grundrisse 14 adalah bagian dari koleksi ‘catatan’ Marx yang paling terkenal (dan mungkin paling sedikit dipahami). Karya ini telah banyak disoroti oleh teoritikus baik yang marxis sampai liberal sekalipun. Keseluruhan karya ini sangat direkomendasikan untuk dibaca lalu diterjemahkan (karena dalam… Continue reading Catatan Pembacaan Grundrisse 14 (Bagian Satu)

Apakah Sosialisme = Kapitalisme++?

Argumentasi yang umum mengisi kepala marxis hari ini adalah argumentasi yang berbicara bahwa masyarakat tidak dapat pergi dari kapitalisme menuju komunisme tanpa melalui tahapan. Oleh karenanya, bagi mereka, masyarakat harus melewati tahap transisi yang disebut sebagai sosialisme. Orang yang tidak memahami hal ini akan otomatis dituduh sebagai kaum anarkis, utopis, tidak ilmiah dan melompat. Tapi… Continue reading Apakah Sosialisme = Kapitalisme++?

Pengurangan Waktu Kerja: Relevankah Tuntutan Upah?

Jika sebelumnya saya berpendapat bahwa standar kesejahteraan bukanlah upah, apakah itu artinya bahwa tuntutan upah menjadi tidak penting dan tidak relevan? Saya tidak bermaksud untuk mengejek atau menghina kawan-kawan yang masih fokus pada tuntutan kenaikkan upah. Lebih jauh lagi saya akan menawarkan bahwa dengan mewujudkan gagasan pengurangan waktu kerja lah maka tuntutan upah dapat ditempatkan… Continue reading Pengurangan Waktu Kerja: Relevankah Tuntutan Upah?

Pengurangan Waktu Kerja: Kesejahteraan Bukan dari Upah!

Dalam beberapa kesempatan diskusi dengan beberapa kawan terkait gagasan pengurangan waktu kerja, saya mencatat beberapa pertanyaan yang dapat dikatakan seperti ini: “Asumsikan saja bahwa pengurangan waktu kerja berhasil dilakukan, dimana jumlah shift yang ada pada tempat kerja dimutilasi sehingga jumlahnya bertambah, dan akan menjadi lapangan pekerjaan baru bagi pengangguran. Dalam jangka waktu sementara, upah akan… Continue reading Pengurangan Waktu Kerja: Kesejahteraan Bukan dari Upah!

Jun, Seperti Apa Filsafatmu? (Bagian 1)

Akhir-akhir ini saya memutuskan untuk tidak banyak menulis lebih jauh mengenai pendapat dan argumentasi saya. Ini saya lakukan untuk menjaga tempo dari penyebaran gagasan yang sudah ada, sambil tentunya mencoba untuk menyebarkan gagasan-gagasan saya melalui diskusi-diskusi yang ada. Tapi ada beberapa hal lain yang menganggu saya dalam waktu terakhir ini. Dalam tulisan-tulisan saya, argumentasi dan… Continue reading Jun, Seperti Apa Filsafatmu? (Bagian 1)