Apakah Sosialisme = Kapitalisme++?

Argumentasi yang umum mengisi kepala marxis hari ini adalah argumentasi yang berbicara bahwa masyarakat tidak dapat pergi dari kapitalisme menuju komunisme tanpa melalui tahapan. Oleh karenanya, bagi mereka, masyarakat harus melewati tahap transisi yang disebut sebagai sosialisme. Orang yang tidak memahami hal ini akan otomatis dituduh sebagai kaum anarkis, utopis, tidak ilmiah dan melompat. Tapi… Continue reading Apakah Sosialisme = Kapitalisme++?

Pengurangan Waktu Kerja: Relevankah Tuntutan Upah?

Jika sebelumnya saya berpendapat bahwa standar kesejahteraan bukanlah upah, apakah itu artinya bahwa tuntutan upah menjadi tidak penting dan tidak relevan? Saya tidak bermaksud untuk mengejek atau menghina kawan-kawan yang masih fokus pada tuntutan kenaikkan upah. Lebih jauh lagi saya akan menawarkan bahwa dengan mewujudkan gagasan pengurangan waktu kerja lah maka tuntutan upah dapat ditempatkan… Continue reading Pengurangan Waktu Kerja: Relevankah Tuntutan Upah?

Pengurangan Waktu Kerja: Kesejahteraan Bukan dari Upah!

Dalam beberapa kesempatan diskusi dengan beberapa kawan terkait gagasan pengurangan waktu kerja, saya mencatat beberapa pertanyaan yang dapat dikatakan seperti ini: “Asumsikan saja bahwa pengurangan waktu kerja berhasil dilakukan, dimana jumlah shift yang ada pada tempat kerja dimutilasi sehingga jumlahnya bertambah, dan akan menjadi lapangan pekerjaan baru bagi pengangguran. Dalam jangka waktu sementara, upah akan… Continue reading Pengurangan Waktu Kerja: Kesejahteraan Bukan dari Upah!

Jun, Seperti Apa Filsafatmu? (Bagian 1)

Akhir-akhir ini saya memutuskan untuk tidak banyak menulis lebih jauh mengenai pendapat dan argumentasi saya. Ini saya lakukan untuk menjaga tempo dari penyebaran gagasan yang sudah ada, sambil tentunya mencoba untuk menyebarkan gagasan-gagasan saya melalui diskusi-diskusi yang ada. Tapi ada beberapa hal lain yang menganggu saya dalam waktu terakhir ini. Dalam tulisan-tulisan saya, argumentasi dan… Continue reading Jun, Seperti Apa Filsafatmu? (Bagian 1)

Politik Proletar itu Mitos, Orang Dungu yang Berusaha Menjadikan itu Kenyataan

Upaya ‘Politik’ Akan Selalu Gagal Menganjurkan ikut pemilihan umum sampai melontarkan pernyataan bahwa “perubahan politik adalah mungkin”, adalah cara untuk membuat proletariat terus merasa bersalah karena selalu membuat pilihan yang buruk. Jika orang kanan atau para liberal menyalahkan orang miskin karena telah membuat pilihan ekonomi yang buruk (diakibatkan kemalasan, ketidaksalehan, dan kebodohan), maka orang kiri… Continue reading Politik Proletar itu Mitos, Orang Dungu yang Berusaha Menjadikan itu Kenyataan

Mengusung Kembali Kekuasaan sebagai… Awww Sosialisme!

Ini bukan reaksi terhadap tulisan Airlangga di Indoprogress. Melebihi itu, ini adalah garis besar dimana banyak orang kiri berkubang dalam beberapa poin yang sama: “Masalahnya himpunan kaum progresif di dalam tubuh negara sampai saat ini tidak mampu memengaruhi arah kebijakan negara untuk menahan operasi penjarahan (predatorisme) yang dilakukan oleh kekuatan oligarki dan menciptakan struggle within… Continue reading Mengusung Kembali Kekuasaan sebagai… Awww Sosialisme!

Linear dan Mereka yang Liberal

Ini adalah lemparan batu untuk mengganggu orang-orang dengan perspektif linear. Mereka yang bicara bahwa pengetahuan berjalan dengan linearitas. Ketika kamu mendorong sesuatu dengan lebih keras, maka sesuatu itu juga akan bergerak lebih jauh. Ketika kamu memboroskan uang dalam jumlah yang semakin banyak, maka akan semakin banyak juga utang yang menumpuk di kehidupanmu. Jika seseorang memukulmu… Continue reading Linear dan Mereka yang Liberal